Cerpen Karangan : Sofwan hadi
Ini kisah nyata sabat gwe sebut saja namanya Ione Adhome itu nama samaran dia yang aslinya sih Iwan tirmawanto yang di tinggal tunangannya menikah dengan lelaki lain....
langsung saja baca ceritanya.........
"Langkah terasa semakin berat saat ku teringat pada seseorang yang telah menuai janji indah padaku. Sampai saat ini keadaanmu belum juga kuketahui, ku hanya dapat bersemayam, menatap foto-foto kita pada saat kau meminangku, dan satu hal lagi aku hanya dapat menangisi seakan-akan kau seperti telah pergi untuk selamanya. Dimanakah keberadaan mu kasih ?!".
"Harus bagaimana lagi agar ku mengetahui keadaan mu saat ini?? Aku hidup disini seorang diri. Aku tak pernah bisa hidup bila tanpa ada kamu di sisiku. Karena kamu adalah nafas dan sumber dari nyawaku. Kau telah banyak berjanji padaku kalau kau ingin merajut hubungan yang penuh akan kebahagiaan untuk kehidupan keluarga kita kelak, dan dulu juga kau pernah berjanji untuk selalu menjaga dan melindungi di saat apapun yang akan terjadi nanti. Dan aku PERCAYA itu. Aku akan selalu mencoba bersabar untuk menanti kedatangan mu sampai pada akhirnya kau benar-benar ada di sampingku. Aku akan bertahan untuk menghadapi dan melewati detik-detik hidupku".
"Aku hanya dapat menikmati hidup dengan secarik kertas dan seulur pena yang bertinta kusam sama hal nya dengan kehidupan ku saat ini.Apakah memang aku harus menghabisi dan melewatkan detik makna ini dengan percuma? Ya Allah dimanakah keberadaan orang kucintai? Bagaimana kabarnya saat ini? Sudah lama aku menantimu, Berikanlah titik terang dan jawaban atas do'a yang telah ku panjatkan kepada-Mu ya Rabb. Tak pernah terbayangkan kalau cerita cinta kita akan berjalan seperti ini, meskipun awal keluarga kita berdua tak pernah merestukan hubungan ini, tetapi pada akhirnya kita berdua bertekad untuk kita bertunangan. Aku jadi teringat pada masa-masa yang dulu pernah kita lewati. Sejuknya semilir angin di pagi hari, teriknya panas di siang hari, dan hangat nya malam yang selalu kita lewati dengan candaan ria bersama dengan membawa nama keharmonisan untuk hubungan kita.
Aku melakukan ini semua bukan karena aku egois dan tak mengenal patuh terhadap kalian, tetapi ini semua ku lakukan karena aku terlanjur dalam mencintaimu nur mantanku yang dulu telah menjadi tunanganku.
Apakah suatu saat nanti aku akan menemukan jawaban atas kesetiaan ku selama ini? satu tahun telah berlalu dengan cepatnya, masih adakah harapan untukku menantimu?! Menantikan sosok yang istimewa untukku.Kau bilang kau hanya pergi untuk bekerja pabrik sana, dan hasil nya nanti akan kau jadikan untuk kebutuhan kita kelak. Tetapi, sampai sekarang ini kau masih tidak ada disini , di sampingKu...
Kau pergi untuk kebahagiaanmu sendiri . Bukan untuk pergi dalam kehidupan aku kan? Ya, aku yakin seyakin-yakin nya kalau pergi atas dasar cinta kita. Andai kau benar-benar ada disini, mungkin pada saat ini ku tak akan pernah merasa kesepian dalam keheningan malam. Hanya kau yang dapat memberikan banyak warna dalam kehidupan ku, melahirkan kelembutan kasih dan sayang, dan aliran cinta yang tiada hentinya.
dan selama itu masih tidak ada jawaban yang pasti darimu. Ntah dimanakah keberadaan mu saat ini. Aku hanya ingin kau tahu, aku merindukan segala apapun yang kau miliki, belaian mu, kasih mu, sayang mu, dan bisik mu. Aku selalu menanamkan makna kiasan "KESETIAAN HARUS DI TANAMKAN". Tapi apakah kau akan kembali? kurasa ada dua kemungkinan: kau akan benar-benar kembali membawa banyak kejutan indah, atau sebaliknya kau akan benar-benar kembali tetapi dengan membawa janji setia yang telah kau ingkari. Ya mungkin benar".
"Hanya satu kata yang ingin ku ucapkan banyak terima kasih untuk mantaku ku Nur ! Kau telah berhasil untuk menghancurkan segala harapan dan berhasil telah menghancurkan perasaan dan jiwa ku menjadi berkeping-keping. Aku bahagia, aku tersenyum, dan aku meresapi kerinduanku, karena memang kau telah kembali tempat ini, tempat dimana kita merajut indahnya dunia. Tetapi kau kembali dengan membawa duka yang amat sangat sakit untukku. Aku tak percaya kau akan melakukan ini semua. Kini, ku tak pernah mau lagi mengenalmu. Kau datang dengan sikap yang acuh dan kau bilang kau tak pernah mengenalku?! Apa maksudmu?
Kau datang membawa kabar duka bagiku, namun kau datang dengan membawa pendamping hidup barumu dan tak tertinggal tunanganmu ini. Bangunkan aku dari mimpi buruk ini! Aku menyesal, amat sangat menyesal karena aku lebih memilih hidup dengannya di bandingkan dengan hidup bersama ayah ku. Aku tak pernah mau mendengar perkataan ayah dan sahabatku bahwa nur adalah wanita yang tidak baik. Aku tak tahu harus berbuat apa, saat ini aku berada dalam posisi yang rumit. Dan aku waktu itu sempat di usir oleh tunanganku yang tak bertanggung jawab itu. Aku menangis dan terus menangis menyelimuti langkah demi langkah ku yang tak pasti ingin bertuju kemana.
Mungkin ini semua memanglah sudah menjadi takdir untukku. Mencintai dan mengharapkan seseorang yang penuh akan janji kosong dan berkhianat atas nama cintaku. Satu tahun sudah ku menanti, ku percayaimu, ku berikan apapun untukmu. Tetapi kau membalas nya dengan ini? Aku MENYESAL !
Berbahagialah kau dengan pria pilihan mu itu! Aku akan terus berusaha untuk membuang mu sejauh mungkin dan meninggalkan sejuta kenangan indah. "Kesetiaan ku Berujung Pahit". Kata-kata yang tepat untukku. Aku merintih sakit, ya Allah bantulah aku untuk menghapus segala anganku bersamanya. Satu pesan ku : "Baik-baik ya nur !! inget hukum karma di dunia ini "
Maafkan anak mu ini yang membuat ayah malu .....
Good Bye
THE END
Pesanku untuk kau yang membaca : " jangan anggap tunangan sudah menjadi pilihan yang tepat , namun berfikierlah dua kali , karena fikiran seseorang sewaktu-waktu bisa berubah dan ada perselingkuhan , seperti ceritaku ini ..... dan carilah pasangan yang saling percaya dan menghargai "
Ini kisah nyata sabat gwe sebut saja namanya Ione Adhome itu nama samaran dia yang aslinya sih Iwan tirmawanto yang di tinggal tunangannya menikah dengan lelaki lain....
langsung saja baca ceritanya.........
"Langkah terasa semakin berat saat ku teringat pada seseorang yang telah menuai janji indah padaku. Sampai saat ini keadaanmu belum juga kuketahui, ku hanya dapat bersemayam, menatap foto-foto kita pada saat kau meminangku, dan satu hal lagi aku hanya dapat menangisi seakan-akan kau seperti telah pergi untuk selamanya. Dimanakah keberadaan mu kasih ?!".
"Harus bagaimana lagi agar ku mengetahui keadaan mu saat ini?? Aku hidup disini seorang diri. Aku tak pernah bisa hidup bila tanpa ada kamu di sisiku. Karena kamu adalah nafas dan sumber dari nyawaku. Kau telah banyak berjanji padaku kalau kau ingin merajut hubungan yang penuh akan kebahagiaan untuk kehidupan keluarga kita kelak, dan dulu juga kau pernah berjanji untuk selalu menjaga dan melindungi di saat apapun yang akan terjadi nanti. Dan aku PERCAYA itu. Aku akan selalu mencoba bersabar untuk menanti kedatangan mu sampai pada akhirnya kau benar-benar ada di sampingku. Aku akan bertahan untuk menghadapi dan melewati detik-detik hidupku".
"Aku hanya dapat menikmati hidup dengan secarik kertas dan seulur pena yang bertinta kusam sama hal nya dengan kehidupan ku saat ini.Apakah memang aku harus menghabisi dan melewatkan detik makna ini dengan percuma? Ya Allah dimanakah keberadaan orang kucintai? Bagaimana kabarnya saat ini? Sudah lama aku menantimu, Berikanlah titik terang dan jawaban atas do'a yang telah ku panjatkan kepada-Mu ya Rabb. Tak pernah terbayangkan kalau cerita cinta kita akan berjalan seperti ini, meskipun awal keluarga kita berdua tak pernah merestukan hubungan ini, tetapi pada akhirnya kita berdua bertekad untuk kita bertunangan. Aku jadi teringat pada masa-masa yang dulu pernah kita lewati. Sejuknya semilir angin di pagi hari, teriknya panas di siang hari, dan hangat nya malam yang selalu kita lewati dengan candaan ria bersama dengan membawa nama keharmonisan untuk hubungan kita.
Aku melakukan ini semua bukan karena aku egois dan tak mengenal patuh terhadap kalian, tetapi ini semua ku lakukan karena aku terlanjur dalam mencintaimu nur mantanku yang dulu telah menjadi tunanganku.
Apakah suatu saat nanti aku akan menemukan jawaban atas kesetiaan ku selama ini? satu tahun telah berlalu dengan cepatnya, masih adakah harapan untukku menantimu?! Menantikan sosok yang istimewa untukku.Kau bilang kau hanya pergi untuk bekerja pabrik sana, dan hasil nya nanti akan kau jadikan untuk kebutuhan kita kelak. Tetapi, sampai sekarang ini kau masih tidak ada disini , di sampingKu...
Kau pergi untuk kebahagiaanmu sendiri . Bukan untuk pergi dalam kehidupan aku kan? Ya, aku yakin seyakin-yakin nya kalau pergi atas dasar cinta kita. Andai kau benar-benar ada disini, mungkin pada saat ini ku tak akan pernah merasa kesepian dalam keheningan malam. Hanya kau yang dapat memberikan banyak warna dalam kehidupan ku, melahirkan kelembutan kasih dan sayang, dan aliran cinta yang tiada hentinya.
dan selama itu masih tidak ada jawaban yang pasti darimu. Ntah dimanakah keberadaan mu saat ini. Aku hanya ingin kau tahu, aku merindukan segala apapun yang kau miliki, belaian mu, kasih mu, sayang mu, dan bisik mu. Aku selalu menanamkan makna kiasan "KESETIAAN HARUS DI TANAMKAN". Tapi apakah kau akan kembali? kurasa ada dua kemungkinan: kau akan benar-benar kembali membawa banyak kejutan indah, atau sebaliknya kau akan benar-benar kembali tetapi dengan membawa janji setia yang telah kau ingkari. Ya mungkin benar".
"Hanya satu kata yang ingin ku ucapkan banyak terima kasih untuk mantaku ku Nur ! Kau telah berhasil untuk menghancurkan segala harapan dan berhasil telah menghancurkan perasaan dan jiwa ku menjadi berkeping-keping. Aku bahagia, aku tersenyum, dan aku meresapi kerinduanku, karena memang kau telah kembali tempat ini, tempat dimana kita merajut indahnya dunia. Tetapi kau kembali dengan membawa duka yang amat sangat sakit untukku. Aku tak percaya kau akan melakukan ini semua. Kini, ku tak pernah mau lagi mengenalmu. Kau datang dengan sikap yang acuh dan kau bilang kau tak pernah mengenalku?! Apa maksudmu?
Kau datang membawa kabar duka bagiku, namun kau datang dengan membawa pendamping hidup barumu dan tak tertinggal tunanganmu ini. Bangunkan aku dari mimpi buruk ini! Aku menyesal, amat sangat menyesal karena aku lebih memilih hidup dengannya di bandingkan dengan hidup bersama ayah ku. Aku tak pernah mau mendengar perkataan ayah dan sahabatku bahwa nur adalah wanita yang tidak baik. Aku tak tahu harus berbuat apa, saat ini aku berada dalam posisi yang rumit. Dan aku waktu itu sempat di usir oleh tunanganku yang tak bertanggung jawab itu. Aku menangis dan terus menangis menyelimuti langkah demi langkah ku yang tak pasti ingin bertuju kemana.
Mungkin ini semua memanglah sudah menjadi takdir untukku. Mencintai dan mengharapkan seseorang yang penuh akan janji kosong dan berkhianat atas nama cintaku. Satu tahun sudah ku menanti, ku percayaimu, ku berikan apapun untukmu. Tetapi kau membalas nya dengan ini? Aku MENYESAL !
Berbahagialah kau dengan pria pilihan mu itu! Aku akan terus berusaha untuk membuang mu sejauh mungkin dan meninggalkan sejuta kenangan indah. "Kesetiaan ku Berujung Pahit". Kata-kata yang tepat untukku. Aku merintih sakit, ya Allah bantulah aku untuk menghapus segala anganku bersamanya. Satu pesan ku : "Baik-baik ya nur !! inget hukum karma di dunia ini "
Maafkan anak mu ini yang membuat ayah malu .....
Good Bye
THE END
Pesanku untuk kau yang membaca : " jangan anggap tunangan sudah menjadi pilihan yang tepat , namun berfikierlah dua kali , karena fikiran seseorang sewaktu-waktu bisa berubah dan ada perselingkuhan , seperti ceritaku ini ..... dan carilah pasangan yang saling percaya dan menghargai "