-->

Cukup Mengenang Mu

Friday, November 20, 2015

Cukup Mengenang Mu

Cerpen Karangan : Kezia Prayogo

Aku sayang dia. Aku cinta dia. Aku gak mau kehilangan dia, karena dia ada orang yang sangat berharga buat aku.

Pada suatu pagi yang cerah, tiba-tiba Steven terbangun dan teringat akan Kelly, lalu dia segera mengambil surat yang diberikan Adi -supir Kelly.
“Hai ven, gimana kabar kamu? Baik-baik saja kan? Oh iya ven, mungkin pada saat kamu baca surat ini mungkin aku sudah tidak bisa lagi di sampingmu, karena aku didiagnosa oleh dokter menderita kanker otak stadium akhir, sebenarnya aku ingin memberitahumu sebelum-sebelumnya, tapi karena kamu selalu tidak ada untukku apa boleh buat aku hanya bisa memberitahumu sekarang. Seharusnya kamu punya waktu luang buat aku walau hanya sebentar.”

“Kamu tahu? Aku yang di sini mendoakan dan menangisimu, berharap kamu punya waktu luang buat aku, tapi ternyata apa? semua itu sia-sia, gak ada gunanya lagi, karena kamu menggantikan cintaku yang tulus ini dengan kepergianmu. Aku sedih, aku sakit, aku menangis sendirian melihatmu melupakanku dengan cepat, sebenarnya aku hanya ingin mendapat perhatian darimu saja, mendapat cintamu saja. Tapi semua itu sudah berlalu, ku ingin memutuskan hubungan ini, tapi ku tak bisa lakukan karena ku mencintaimu, aku sakit tuk melepasmu. Tapi terima kasih untuk segalanya ven. I will always love and miss you forever ven. Good Bye,”
Itulah kata-kata terakhir dari Kelly yang ditulis di sepucuk surat untuk pacarnya Steven.

Lalu Steven berkata dalam hati, “Kel, gimana kabar kamu di sana? Kamu baik kan sayang?” Sambil menitikkan air matanya.
Steven juga teringat akan waktu dulu dia bersama Kelly, suka dan duka ditanggung bersama. Dan juga tak lupa dia teringat akan masa yang sangat pedih tentang Kelly.

Dalam ingatan Steven. Pada saat yang sama supir pribadi Kelly telah menemukan Steven bersama teman-temannya di sebuah kafe biasa tempat mereka nongkrong. Lalu kata supir itu yang bernama Adi memberikan surat itu kepada Steven. “Mas, ini dari Non Kelly, katanya salam perpisahan” kata Adi kepada Steven.
“Dra, lo sama Alex duluan aja, ntar gue nyusul” kata Steven, kemudian dia menghampiri pak Adi, sopir pribadi Kelly.
“Apa ini pak? Kemana Kelly memangnya?” Tanya Steven dengan wajah heran.
“Non Kelly udah dipanggil sama yang Kuasa mas” kata Adi dengan menahan sedih.
“Apa? Kelly meninggal? Gak mungkin pak, Bapak pasti bercanda kan? Gak mungkin Kelly meninggal” kata Steven sambil air mata yang membendung di pelupuk matanya.

“Pemakaman non Kelly akan dilaksanakan besok pagi jam 10, semua orang yang dekat dengan Kelly menunggu anda di rumah non Kelly. Mereka berharap kamu mau datang menjenguk non Kelly hari ini jam 05.12″ kata Adi berlalu dari hadapan Steven. Steven yang masih kaku dan sedih langsung menelepon teman-temannya.
“Dra, Lex, kayaknya gue hari ini gak bisa sama kalian dulu deh, soalnya gue mau ke rumah Kelly” kata Steven dengan suara serak.
“lo sama Kelly bukannya udah putus ya? Kok lo masih aja mau ke tempat dia? Sudahlah bareng kita aja.” Kata Hendra mengakhiri pembicaraan.
“Sorry Dra gue tetep gak bisa, gue harus pergi ke rumahnya sekarang, dia sekarang sangat membutuhkan gue, sorry Dra” kata Steven mengakhirinya, dan langsung menuju ke rumah Kelly dengan menggunakan mobilnya.

Lalu sampailah dia di rumah Kelly, lalu terlihatlah bendera putih, dan orang yang menangis ada dimana-mana, lalu Steven pun berlari masuk ke rumah Kelly, dan mendapati Kelly sudah tak bergerak di hadapannya, di sebuah peti mati yang berhiaskan bunga. Lalu datanglah sahabat sahabat Kelly.
“lo tega ya Ven, lo tega membuang Kelly gitu aja, tanpa peduliin perasaan dia. Asal lo tahu aja Ven, selama ini dia berjuang mati-matian buat ngelawan semua penyakit yang dideritanya biar lo bisa kembali padanya, tapi apa kenyataanya lo mutusin Kelly karena lo udah jalan sama Dela kan!!!” Kata Michelle.
“lo cuman mainin perasaan dia aja ven, lo tuh gak pantas buat dia ngerti, tapi dia aja yang nahan kita buat labrak lo, karena dia cinta sama lo Ven, karena dia gak mau hati lo tercabik-cabik karena kita, tapi lo berkhianat sama dia Ven, lo jahatt!!!”

Lalu keesokan harinya setelah pemakaman Kelly, Steven pun berkata dalam hatinya, “andai kamu masih ada me, aku pingin ngomong maaf sama kamu me, aku pengen menyesali semua kebodohan aku, semoga kamu bisa bahagia selamanya di atas sana ya me” kata Steven sambil air matanya yang ke luar membasahi pipinya. Kemudian Steven pun pulang ke rumahnya. Dan di dalam hati dia berkata, “aku akan selalu mengenang dan mencintaimu Kelly!!”
Sejak saat itu Steven mulai merubah kebiasaannya menjadi cowok yang lebih baik, agar ia tak mengulang kesalahan yang sama lagi.