-->

Kesibukanmu MenggangguKu

Thursday, November 19, 2015

Kesibukanmu MenggangguKu

Selamat datang 'kesibukan' pada dunia mu yang secara langsung mempengaruhi semestaku, selamat menempuh semuanya, sayang. Walau aku terlalu cemburu saat kamu selalu berdampingan mesra dengan kesibukanmu. Walau aku terlalu iri saat kamu lebih mementingkan kesibukanmu. Atau aku yang terlalu merasa kesepian saat kamu menikmati harimu dengan kesibukanmu itu. Namun tak bisa ku hindari aku bangga padamu, aku bangga kamu bisa menjadi apa yang kamu harapkan. Senyumku mengalahkan sabitnya bulan untuk kebanggaanku padamu. Namun sangat di sayangkan, seandainya kamu bisa membagi waktu dan  rasa di sela-sela kesibukanmu pasti aku rasa aku adalah wanita yang beruntung mempunyaimu. 
Kamu, ya kamu di sela-sela kesepianku tanpa sosokmu yang seperti dulu. Ada sebutir harapan terakhir yang kuharapkan. Yah, aku hanya berharap kamu selalu bahagia dengan kesibukanmu. Walau aku merasa hampa.   Aku tak bisa menekanmu kali ini yang bisa aku lakukan adalah menekan diriku sendiri untuk memaklumi segala aktivitas mu sekarang. Walau ada pepatah yang bilang "Kalau ada orang yang tulus mencintaimu, sesibuk apapun kondisinya. Dia akan selalu menjadikanmu prioritas utamanya". Awalnya kalimat ini membungkam ku. Membuat ku terdiam sejenak, yah kali ini tak ku pungkiri aku takut. Aku takut sebenarnya dia mencintaiku apa tidak? Terbesit pertanyaan bodoh itu yang memang patut dipertanyakan.
Memang aku harus overdosis dengan obat yang namanya kesabaran. Saat ini, aku hanya perlu menunggu. Menunggu dia melepaskan kesibukannya. Lalu kembali seperti dulu. Memang hanya waktu yang dapat mennjawab pertanyaan bodoh tadi. Semoga waktu menjawab "dia memang mencintaiku". Aminn
Dalam diri, akan selalu kutemani kamu dengan doa. Akan ku perbincangkan pada Tuhan untuk kesuksesan mu nanti. Aku hanya perlu bersabar selangkah lagi. Dan ku harap kamu datang kembali dengan pelukan hangat. Satu kata, semangat untukmu. Sayang. :)