Hanya rasa rindu yang ku simpan

Sunday, February 14, 2016

Hanya rasa rindu yang ku simpan

Cerpen Karangan : Sofwan Hadi

Tuhan, aku tidak pernah menyalahkanMu yang telah mempertemukan kami lalu memisahkannya lagi. Aku telah belajar untuk tidak menyesali pertemuan dengannya. Aku mengerti bahwa cinta adalah semacam siklus, semacam roda yang digerakkan oleh dua langkah kaki yang beriringan. Bergantian, satu tujuan. Sederhana, tapi juga rapuh. Aku bersyukur Kau memberikan kesempatan padaku untuk merasakan menjadi bagian dari sepasang kaki itu, merasakan perjalanan yang begitu menyenangkan itu .


Aku ingat desir pantai pada siang hari mungkin empat tahun lalu, di sana, ada kami berdua yang memeluk langit dengan rindu yang kami lepas bersamaan. Aku tidak pernah lupa senyumnya yang semakin manis memantulkan sinar lampu keemasan dari atas, dari lampu yang mungkin sengaja dibangun di situ untuk menyinari sepasang anak Adam yang diberi kesempatan oleh Yang Maha Memberi untuk sekedar saling berpandangan dan bertukar janji. Dengan begitu kami tahu, kami adalah dua orang yang Tuhan ciptakan untuk bertemu..


Sungguh malam ini aku tidak sedang mengeluh padaMu, Tuhan. Aku hanya ingin menyampaikan padaMu sebesar apa aku rindu, sebesar apa aku rindu pada tawa yang pernah kami eja bersama menjadi puisi. Pada senyum yang pernah kami simpul bersama menjadi ikatan. Pada langkah yang pernah kami nyanyikan bersama menjadi kisah.


Namun sekali lagi, Tuhan. Aku tidak mengeluhkan mengapa kisah kami usai, padahal aku telah yakin-seyakin-yakinnya bahwa dialah yang sengaja Kau kirim untukku. Aku akui, barangkali aku keliru. Semoga aku masih bisa yakin-masih bisa sama yakinnya bahwa setelah dia, akan kau kirimkan seseorang lagi untukku, untuk menemani waktuku yang masih terlalu panjang, untuk mengingatkan padaku besarnya CintaMu padaku. Oh, Tuhan, semoga perempuan yang kau kirimkan berikutnya dapat kujaga dan kulindungi lebih lama.


Aku masih ingat persis semua tentang masa lalu kita , yang kita jalani dengan penuh kassih sayang dan perhatian , bahkan kita pernah kehujanan bersama . tuhan aku sungguh tak sanggup untuk melupakan kenangan itu .
hanya satu kata untukmu , "Aku kangen Kamu "


untukmu gadis 12 maret.......