-->

ku hapus dari memori kehidupanku

Friday, November 20, 2015

ku hapus dari memori kehidupanku

Cerpen Karangan : Fathiyah Rahma

“Maaf Yanti aku sudah tidak bisa kontak kamu lagi..” Tiba-tiba pesan singkat ini terkirim di telepon genggamku. Aku sangat kaget ternyata pengirim pesan itu adalah Mas Aris teman dekatku, sempat hati ini bertanya apa salahku sehingga dia kirim pesan ini.

Tanpa basa-basi ku acuhkan pesan itu. Sedih rasanya karena ternyata aku mulai sayang Mas Aris dan aku belum sempat sampaikan kepadanya, kami dekat semenjak kuliah di Yogya walaupun jurusan kami berbeda aku jurusan Akuntansi dan Mas Aris jurusan Teknik Mesin, kami sering janjian bertemu di kantin kampus dan berangkat bersama. Ada rasa perih dalam hati tidak bisa bertemu dan kontak dengan Mas Aris. Aku hanya bisa berprasangka baik, bahwa Mas Aris mau fokus menyelesaikan skripsi dan tugas akhirnya sehingga dia tidak mau diganggu dan banyak pergi denganku, tapi kenapa harus menjauh dariku.

Waktu terus berlalu aku pun lulus kuliah, dan aku selalu mencari informasi tentang Mas Aris apakah dia wisuda bersamaku atau tidak, karena kami satu angkatan di kampus. Rasanya kangen sekali bisa bercanda tawa dengannya, beberapa kali sempat ku telepon dan sms tetapi memang tidak ada jawaban, terakhir aku lewat depan kontrakannya tapi sepi seperti tak berpenghuni. “Ya Allah bagaimana kabar mas Aris? Aku sangat merindukannya, ku mohon pertemukan kami sebelum aku pergi meninggalkan Yogya..” Aku selalu berdoa aku bisa bertemu Mas Aris walau hanya sebentar. Sampai tiba aku wisuda dan aku rasa aku tidak akan bisa bertemu dengan sosok Mas Aris.

Setelah lulus ku coba melamar pekerjaan di Yogya dan di Tangerang daerah asalku. Sampai akhirnya aku menemukan sosok Mas Awan salah satu pemilik Perusahaan tempatku melamar kerja, di tengah kerinduanku dengan Mas Aris, aku merasa nyaman dengan Mas Awan dia sangat perhatian kepadaku. Kami dekat sekitar satu tahun dan kami pun memutuskan untuk menikah. Alhamdulillah kami dikaruniai satu putri yang sangat manis. Kehidupanku selalu berwarna indah di tengah orang-orang yang sangat menyanyangiku, sampai aku bisa melupakan sosok Mas Aris yang entah sampai saat ini aku tak tahu kabarnya.

Lima tahun usia pernikahanku dengan Mas Awan, nyaris tidak ada pertengkaran yang serius. Rumah tangga kami selalu harmonis. Suatu pagi aku sempat terkaget ketika aku buka handphone-ku ternyata ada pesan. “Yanti kenapa kau tega meninggalkan aku dan memilih yang lain, apakah kamu tahu aku begitu sakit..” Aku bingung dan mencoba mengacuhkan pesan itu, tapi pesan itu kembali dikirim dengan nomor yang sama. Ternyata pengirimnya adalah Mas Aris sosok yang selalu ku nanti keberadaannya. Akhirnya ku balas pesan itu.
“Maaf maksud Mas apa?” Setelah ku balas pesan itu tidak ada jawaban dari Mas Aris, tiba-tiba keesokan harinya Mas Aris kembali kirim sms ke nomor handphoneku. Ternyata semakin hari aku semakin sering berkomunikasi dengan Mas Aris melalui sms maupun telepon.

Tanpa sadar sudah hampir lima tahun hubunganku dengan Mas Aris, walau hanya lewat sms dan telepon rasanya aku mulai kembali menyayanginya. Aku sadar ini adalah hal yang tidak boleh ku lakukan karena aku sudah miliki keluarga yang sangat menyayangiku. Tapi entah rasa sayang ini tak bisa ku hindari. Aku tidak mau perasaanku semakin jauh dan memberikan peluang kepada Mas Aris untuk kembali mengisi hatiku. Akhirnya sebelum semua terlambat, aku putuskan untuk meninggalkan Mas Aris dan tidak menghubunginya.

Selamat tinggal Mas Aris semoga kelak kau mendapatkan teman hidup yang lebih baik dariku, doaku selalu ada untukmu. Sampai kapan pun kenangan bersamamu tidak akan ku hapus dari memori kehidupanku.